BRMP Pascapanen Gelar Seminar Kegiatan Proyek ICARE & Kemitraan 2025
BRMP Pascapanen Gelar Seminar Kegiatan Proyek ICARE & Kemitraan 2025, Dorong Hilirisasi Teknologi Pascapanen
Bogor, 8 September 2025 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) menyelenggarakan Seminar Kegiatan Proyek ICARE dan Kemitraan Tahun Anggaran 2025 di lantai 2 Gedung BRMP Pascapanen. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, fungsional, teknisi litkayasa, serta tim pengadaan, dan dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Pascapanen Zainal Abidin.
Dalam arahannya, Zainal menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting pelaksanaan program ICARE Collaborative Grant (CG) yang melibatkan berbagai mitra. “Tolok ukur keberhasilan tidak hanya menyelesaikan kegiatan dalam tiga bulan efektif, tetapi juga menjadi baseline untuk pengembangan teknologi pascapanen di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Zainal.
Seminar ini memaparkan sejumlah inovasi unggulan, antara lain Teknologi Penanganan Pascapanen Jagung di NTB untuk menekan cemaran aflatoksin hingga di bawah ambang batas SNI 8926, Teknologi Pengolahan Kentang di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan nilai tambah melalui produk keripik kentang rendah akrilamida dengan dukungan instore dryer, Rekayasa Tepung Beras Fortifikasi di Brebes untuk percepatan penanggulangan stunting dan penguatan UMKM dan Kemasan Cerdas Daging Domba di Garut dengan indikator warna akurat 95% dalam memprediksi masa simpan.
Selain itu, BRMP juga memperkuat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk naik status dari Pratama ke Utama, mengembangkan Klinik Modernisasi Pertanian, serta melanjutkan program Quality Improvement of Asian Food Composition Database (AFACI).
Dalam penutupannya, Kepala BRMP Pascapanen meminta agar LPH BRMP Pascapanen dipersiapkan lebih matang menuju LPH Utama, serta laboratorium mutu beras dan pangan lainnya terus diperkuat.
“Dengan sinergi ICARE dan kemitraan, kita berharap teknologi pascapanen yang dihasilkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh petani, UMKM, dan masyarakat luas,” tegas Zainal.